Inovasi Pengembangan Motif Tenun Ikat Menjadi Yang Terbaik Dalam Lomba Krenova Jepara 2026

Jepara – Sebanyak 15 proposal inovasi terbaik mengikuti tahapan penilaian presentasi Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Jepara Tahun 2026. Jumlah tersebut adalah hasil seleksi dari 41 proposal inventor dan inovator yang masuk dari berbagai wilayah di Kabupaten Jepara.
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Jepara menggelar lomba kreatifitas dan inovasi masyarakat (Krenova) tahun 2026. Kegiatan penjurian presentasi 15 besar proposal terbaik dilaksanakan pada Kamis, (24/9) bertempat di Ruang Rapat Bapperida Jepara.
Penilaian dilakukan oleh tim Juri yang terdiri dari Dr. Rifqy Roosdhani, ST., MM., Muhammad Alie Muzakki, S.Pd., M.Pd., dan Rizal Alansyah. Ketiganya sebelumnya melakukan review proposal peserta dan dilanjutkan penilaian presentasi secara langsung pemaparan tiap peserta dari 15 proposal terbaik yang lolos review proposal.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bapperida Jepara, Karunatiti, SE., MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya inovasi bagi pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Menurutnya, semangat berinovasi yang ditunjukkan para peserta menjadi salah satu kunci untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Jepara.

“GoJek adalah contoh nyata inovasi yang bermanfaat banyak digunakan dari kita sekalian, dari inovasi tersebut kita dengan mudah menikmati layanan transportasi dan pesan antar”, ungkap Karunatiti.
Setelah melalui tahapan proses penilaian baik review proposal maupun penilaian presentasi, Tim Juri menetapkan inovasi Pengembangan Motif Tenun Ikat Berbasis Kearifan Lokal Melalui Integrasi Artificial Intelligence (AI) dan Computer Numerical Control (CNC) karya Anik Isniati dan Amin Fahrudin sebagai inovasi terbaik dalam Lomba Krenova Kabupaten Jepara Tahun 2026.

Selanjutnya tim yang beranggotakan Eka Latifatul Fitroa Hadi, Nikeisha Michaela Ophelia Veda, dan Syafriyanti Annur, meraih juara 2 dengan inovasi SPECTRAFOOD: Foodborne Pathogen Detection Terintegrasi Machine Learning untuk Mitigasi Insiden Keracunan Makan Bergizi Gratis. Juara 3 diperoleh tim Muhammad Verdi, Muhammad Fariz Afandi, Joseffin Alenta Kristiawan, dan Muhammad Miftahur Rizqy, dengan inovasi RULAMI: Bumbu Penyedap Rasa Alami Berbasis Ikan Rucah dan Latoh Khas Pesisir Jepara.
Sementara itu, Juara Harapan 1 sampai 3 diraih oleh Tim Dwi Marsa Salsabilatul Muna, Salsabyala Alena Thu Winanda, dan Syafriyanti Annur, dengan inovasi VESTURA: Intelligent Wearable Smart Vest Berbasis Sistem Pakar untuk Deteksi Deviasi Spinal Curvature Disorder. Gita Faroka, S.Pd., dengan inovasi HOKYA: Horog-Horog Instan Yakon dan Sukun sebagai Pangan Fungsional Antidiabetes untuk Diversifikasi Pangan. Dan Rouf Khoironi, S.Pd., M.Pd., Arum Kusumawati, S.Pd., M.Pd., Duta Widya Dharma, dan Riski Dwi Aditya, dengan inovasi OrchiSmart: Mini Greenhouse IoT Adaptif untuk Optimalisasi Mikroklimat Anggrek pada Berbagai Fase Pertumbuhan.
Ajang Lomba Krenova ini diharapkan dapat terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru dari masyarakat Kabupaten Jepara yang bermanfaat bagi kemajuan daerah, baik di sektor teknologi, pangan, kesehatan, maupun industri kreatif lokal.
